1. Arabica (Coffea arabica)
Awalnya berasal dari Ethiopia, namun kini banyak dibudidayakan di Brasil, Kolombia, Ethiopia, dan Indonesia (Aceh Gayo, Toraja).
- Cita rasa: Lembut, kaya aroma, sedikit asam, dengan kompleksitas rasa yang tinggi.
- Kadar kafein: Lebih rendah dibanding Robusta (sekitar 1,2%).
Kelebihan
- Rasa kompleks dan premium, disukai penikmat kopi.
- Aroma harum dengan notes fruity atau floral.
- Cocok untuk manual brew seperti V60, Aeropress, atau Chemex.
Kekurangan
- Lebih rentan terhadap penyakit tanaman kopi.
- Harga lebih mahal karena perawatan lebih rumit.
Manfaat
- Kafein rendah, cocok untuk yang sensitif terhadap kafein.
- Kandungan antioksidan tinggi membantu melawan radikal bebas.
2. Robusta (Coffea canephora)
Afrika Barat & Tengah, kini banyak ditanam di Vietnam, Indonesia (Lampung, Bali, Flores), Brasil.
- Cita rasa: Lebih pahit, earthy, kadang dengan rasa cokelat pahit atau kacang-kacangan.
- Kadar kafein: Tinggi (sekitar 2,2%), hampir dua kali lipat Arabica.
Kelebihan
- Lebih tahan penyakit & iklim panas.
- Harga lebih murah dibanding Arabica.
- Crema tebal saat dijadikan espresso.
Kekurangan
- Rasa lebih pahit & kurang kompleks.
- Tidak terlalu populer untuk single origin, sering digunakan untuk campuran espresso blend.
Manfaat
- Kafein tinggi memberi efek energi cepat.
- Cocok untuk pembuatan kopi instan karena rasa kuat.
3. Liberica (Coffea liberica)
Afrika Barat, dibudidayakan di Malaysia, Filipina, dan sebagian Indonesia (Jambi, Bengkulu).
- Cita rasa: Bold, smoky, woody, dengan aftertaste unik.
- Kadar kafein: Sedang (1,2–1,5%).
Kelebihan
- Aroma unik yang tidak dimiliki Arabica atau Robusta.
- Lebih tahan terhadap iklim tropis lembab.
Kekurangan
- Produksi sedikit, sulit ditemukan di pasar global.
- Tidak semua orang suka dengan rasa smoky yang kuat.
Manfaat
- Kandungan polifenol membantu kesehatan jantung.
- Cocok untuk pecinta kopi dengan rasa eksotis.
4. Excelsa (Coffea excelsa)
Afrika Tengah, kini lebih banyak ditanam di Asia Tenggara.
- Cita rasa: Unik, campuran fruity, floral, dan sedikit asam, namun body ringan.
- Kadar kafein: Rendah–sedang (sekitar 1%).
Kelebihan
- Memberi kompleksitas rasa jika dicampur dengan biji lain.
- Cocok untuk pencampuran (blending) kopi premium.
Kekurangan
- Jarang ditemukan sebagai single origin.
- Produksi terbatas sehingga sulit didapatkan.
Manfaat
- Cocok untuk orang yang ingin rasa kopi ringan tapi beraroma segar.
- Dapat meningkatkan mood karena aroma fruity yang khas.
Setiap jenis biji kopi memiliki karakter, kelebihan, dan kekurangannya sendiri. Pemilihan beans terbaik bergantung pada selera rasa, kebutuhan kafein, dan metode seduh yang digunakan.
- Arabica: premium, kompleks, rendah kafein.
- Robusta: kuat, pahit, kafein tinggi.
- Liberica: eksotis, smoky, langka.
- Excelsa: fruity, segar, untuk pencampuran rasa.



